Reserved

Mudahnya Mencegah & Mengatasi Rambut Rontok Seperti Ini

Memang dapat dikatakan sulit untuk mencegah rambut rontok yang dipicu karena masalah genetik, namun pada faktanya, tidak semua masalah kerontokan rambut disebabkan oleh hal tersebut.

Artinya, kerontokan rambut yang dipicu oleh faktor-faktor penyebab yang berada dalam kendali kita, sangat mungkin dicegah dan di atasi.

Oleh karena itu, jangan menunggu dan membiarkan semuanya terlambat dan anda kehilangan sebagian besar helai rambut.

Daripada mengambil resiko demikian, tentunya akan lebih baik jika anda mencoba melakukan beberapa tips berikut untuk menghindari dan mencegah masalah rambut rontok yang anda alami.

Menghindari kerontokan pada rambut

Cara Mengatasi Rambut Rontok

Meskipun sudah umum diketahui, namun banyak orang yang justru mengabaikan efek buruk dari terlalu sering melakukan pemanasan pada rambut.

Panas yang terkena rambut dari alat catok atau hair dryer dapat melemahkan protein rambut, sehingga menyebabkan rambut menjadi lebih rapuh, mudah patah dan rontok.

Baca juga, Mudahnya Mengatasi Rambut Bercabang Secara Alami

Untuk menghindari resiko rambut rontok, ada baiknya anda meminimalkan penggunaan alat pengering rambut, pengeriting atau pelurus rambut yang menggunakan paparan panas.

Baca juga, Cara Paling Mudah Agar Rambut Lurus Secara Alami

Selain panas, bahan kimia juga bukanlah bahan yang bersahabat dengan rambut.

Produk perawatan atau pewarna rambut merupakan bahan kimia yang mengancam kesehatan rambut kita.

Bukan harus dihindari, namun tentunya lebih baik jika anda membatasi penggunaan bahan kimia pada rambut agar kesehatan rambut lebih terjaga.

Jika dirawat dengan baik, dan di hindarkan dari faktor-faktor yang menyebabkan rambut mudah rontok, rambut anda akan menjadi lebih sehat, kuat, tidak mudah patah dan rontok.
Klik Untuk Bagikan →

Anda Positif Hamil Jika Ada 9 Tanda Awal Kehamilan Ini

Seorang wanita, dikatakan hamil saat dia membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya, demikian dijelaskan di situs wikipedia.

Selain tumbuhnya embrio, kehamilan pada seorang wanita juga menyebabkan timbulnya kejadian umum yang dikenal sebagai tanda-tanda kehamilan.

Tanda-tanda kehamilan tersebut ada yang mengenalinya, namun tak jarang juga yang tidak menyadarinya, sehingga kehamilan baru diketahui setelah dilakukan tes kehamilan.

Padahal, sangat penting untuk mengenal atau mengetahui tanda-tanda kehamilan sejak dini.

Karena dengan mengetahui kehamilan sejak awal, maka tindakan untuk menjaga kesehatan kehamilan pun dapat diambil lebih cepat.

Bukan tidak mungkin, akibat kurang mengetahui tanda-tanda kehamilan, seorang wanita melakukan hal-hal yang bisa kemudian menyebabkan terjadinya keguguran atau miscarriage.

Untuk mencegah resiko tersebut, ada baiknya kita kenali 9 tanda-tanda kehamilan di bawah ini,

Tanda Tanda Awal Kehamilan

Tanda Tanda Kehamilan

  1. Terjadinya perubahan pada ukuran payudara

  2. Keluarnya flek dari vagina yang disertai kram perut

  3. Mual dan muntah

  4. Sering merasa ingin kencing

  5. Pusing dan sakit kepala

  6. Sering mengantuk dan mudah lelah

  7. Sembelit

  8. Produksi air liur yang berlebih, dan

  9. Naiknya suhu basal tubuh

Sebagian besar perempuan hanya menandai kehamilan dengan berhentinya menstruasi saja.

Memang benar jika saat hamil seorang perempuan tidak akan mengalami menstruasi. Namun, berhentinya menstruasi bukan hanya dapat disebabkan oleh kehamilan saja.

Pola makan, kelelahan fisik, dan gangguan hormonal juga bisa memicu terlambatnya proses menstruasi.
Klik Untuk Bagikan →

Darah Haid Banyak ? Waspadai Menorrhagia

Bisa disebabkan karena ketidakseimbangan hormon, maupun adanya kelainan pada bagian rahim, menorrhagia merupakan kelainan menstruasi yang berupa meningkatnya volume darah yang keluar, atau darah keluar secara berlebih, pada saat seorang wanita mengalami menstruasi.

Menorrhagia

Menorrhagia

Bukan hanya volume darah saja yang menandakan terjadinya menorrhagia.

Pada sebagian wanita yang mengalaminya, gangguan menorrhagia terlihat dengan keluarnya gumpalan darah berukuran besar.

Menorrhagia sangat mungkin memicu terjadinya anemia.

Sehingga, penderita menorrhagia sangat disarankan untuk memeriksakan diri, selain memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Namun harap diperhatikan, jika anda sedang melakukan program hamil saat mengalami gangguan menorrhagia, sebaiknya beritahukan kepada dokter yang menangani masalah gangguan menstruasi tersebut, agar pemilihan obat yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda.
Klik Untuk Bagikan →

Sakit & Kram Saat Haid ? Waspadai Dysmenorrhea

Salah satu gangguan saat menstruasi adalah rasa sakit yang terasa lebih hebat dari biasanya. Apakah anda pernah atau sedang mengalaminya ?

Rasa sakit saat menstruasi tersebut dikenal dengan istilah Dysmenorrhea.

Dysmenorrhea

Dysmenorrhea

Dysmenorrhea bisa dialami oleh siapa saja, dan dipercaya umumnya terjadi akibat dari bertambahnya kadar kimia alami di dalam tubuh saat proses ovulasi, yang kemudian memicu timbulnya rasa sakit.

Namun, bukan hanya kenaikan kadar kimia saja yang bisa memicu terjadinya dysmenorrhea.

Kelainan pada organ reproduksi, kasus endometriosis, ataupun fibroids, juga bisa menjadi penyebab dysmenorrhea.

Untuk menemukan penyebab pasti dari dysmenorrhea tidak dapat dilihat dari luar, atau membutuhkan pemeriksaan medis untuk menemukan penyebab dari gangguan dysmenorrhea tersebut.

Rasa sakit yang timbul akibat dysmenorrhea umumnya terasa di bagian punggung bawah.

Sangat mungkin juga rasa sakit saat menstruasi tersebut juga ikut terasa, atau hanya terasa di bagian kaki.

Selain rasa sakit di punggung dan kaki, dysmenorrhea juga bisa dirasakan sebagai kram di perut, ataupun rasa sakit pada bagian tulang panggul

Pada sebagian besar kasus, ditemukan jika dysmenorrhea umumnya dialami oleh perempuan saat pertama kali mengalami menstruasi.

Jika anda mengalami rasa sakit berlebih saat menstruasi, dan mencurigai adanya kemungkinan dysmenorrhea, ada baiknya anda berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan ke dokter, karena kasus dysmenorrhea bisa berhubungan dengan gangguan kesuburan.
Klik Untuk Bagikan →

Hal Unik Mengenai Menstruasi & Siklus Menstruasi

Menstruasi, sering dinamai juga dengan istilah haid atau datang bulan, terjadi secara alami dan normal akibat perubahan fisilogis di dalam organ reproduksi seorang perempuan.

Menstruasi dialami secara berkala oleh seorang perempuan, bergantung pada hormon reproduksi, yaitu hormon FSH-Estrogen dan LH-Progesteron.

Berbahagialah jika anda mengalaminya, karena menstruasi merupakan proses yang penting bagi seorang wanita, yang menandakan jika wanita tersebut siap melakukan proses reproduksi.

Artinya, pada saat seorang wanita belum mengalami menstruasi, ataupun sudah tidak lagi mengalami menstruasi, dikenal dengan istilah menopause, organ reproduksi wanita tersebut tidak dapat difungsikan untuk ber-reproduksi atau menghasilkan keturunan (hamil).

Dengan demikian, proses menstruasi akan secara pasti dialami oleh setiap perempuan, dan terlihat dari luar sebagai proses keluarnya darah dari vagina.

Menstruasi

Menstruasi

Menstruasi berlangsung sekitar 5-7 hari, kemudian berhenti dan dialami kembali di bulan berikutnya.

Masa dari akhir menstruasi sampai terjadinya menstruasi berikutnya dinamai dengan istilah siklus menstruasi.

Siklus menstruasi ini tidaklah sama antar satu perempuan dengan lainnya, ada yang memiliki siklus menstruasi pendek, atau sekitar 21 hari, ada juga yang mempunyai siklus menstruasi panjang, atau sekitar 30 hari.

Bahkan bukan hanya pada orang yang berbeda, seorang wanita pun sangat mungkin mempunyai siklus menstruasi yang tidak tetap, artinya jika bulan ini dia mengalami siklus menstruasi pendek, bisa saja siklus menstruasi berikutnya adalah siklus panjang.

Seperti dijelaskan di atas, pada saat menstruasi, wanita mengeluarkan darah, yang sebenarnya merupakan hasil peluruhan dinding rahim, dari vagina.

Tidak perlu cemas jika anda mengalami menstruasi, karena darah yang keluar umumnya hanya sekitar 10 hingga 80 ml per hari nya. Walaupun ada juga kasus dimana darah yang keluar terlalu banyak.

Jika darah yang keluar saat haid terlalu banyak, anda perlu mewaspadai kemungkina terjadinya menorrhagia, yang penjelasan lengkapnya bisa anda baca di artikel waspadai menorrhagia, saat darah menstruasi terlalu banyak

Untuk mencegah darah mengotori pekaian, pada saat menstruasi wanita menggunakan pembalut yang berfungsi untuk menampung darah haid.

Untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan mencegah infeksi serta gangguan lainnya, sangat disarankan untuk mengganti pembalut minimal 2 kali sehari.
Klik Untuk Bagikan →

Entri yang Diunggulkan

Sering Mengikat Penis Agar Ereksi Lebih Keras, Amankah ?

Salah satu cara instan untuk membuat "Mr P" ereksi dengan keras adalah dengan melakukan pengikatan di area pangkal penis. Pengi...

Baca Juga :

Memuat...