Reserved

Muncul Jerawat Saat Memakai Cream Pemutih ? Ini Alasannya

Kulit normal yang kemudian menjadi bermasalah, seperti contohnya menjadi berjerawat pasca menggunakan produk wajah tertentu merupakan perubahan yang dinamai sebagai reaksi purging atau breakout.

Reaksi tersebut merupakan efek dari penggunaan produk wajah yang membuat kulit wajah mengalami kondisi yang memburuk untuk kemudian lambat laun menunjukan perubahan kondisi kulit menjadi lebih baik

Reaksi purging tersebut secara umum terjadi akibat efek dari bahan retinoid, AHA (alpha hydroxy acid), BHA (beta hydroxy acid) seperti asam glikolat,salycilic acid , dan sulfur, yang seringkali terkandung didalam produk cream wajah yang sebenarnya berfungsi untuk mengatasi masalah jerawat.

Lalu, mengapa bahan anti jerawat justru menyebabkan jerawat ?

Jerawatan Setelah Menggunakan Cream Wajah

Reaksi Purging

Kulit wajah yang bermasalah biasanya memiliki pori-pori kulit yang cenderung tertutup.

Dan bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam produk wajah seperti tertera di atas, bekerja dengan cara terlebih dahulu membuka pori-pori yang sebelumnya tertutup, untuk kemudian menghentikan perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan jerawat, mengontrol produksi minyak di kulit wajah, membuang lapisan sel kulit yang mati, dan akhirnya, sesuai fungsi dari bahan tersebut, mengobati & menghilangkan jerawat.

Namun, saat proses membuka pori-pori kulit yang sebelumnya tertutup tersebut, bakal jerawat yang tersimpan di dalam pori muncul ke permukaan kulit, sehingga efek yang kita rasakan adalah terkesan seperti munculnya beberapa jerawat baru.

Reaksi Purging dan Breakout

Dalam proses perbaikan lapisan kulit, kemungkinan reaksi purging dapat berlangsung dalam waktu lama, bahkan hingga berminggu-minggu, hingga kemudian terhenti dan lapisan kulit menjadi terlihat lebih sehat dan cerah.

Namun, bukan berarti setiap penggunaan cream pemutih wajah selalu menghasilkan efek purging.

Karena ada kemungkinan juga jika masalah jerawat yang muncul disebabkan oleh reaksi alergi atau iritasi ( breakout ) terhadap kandungan cream yang digunakan.

Bedanya, pada kondisi breakout, jerawat muncul disertai dengan masalah lainnya seperti kulit yang kemerahan, peradangan, bengkak, atau bahkan bisul.

Jika penggunaan cream wajah menunjukan reaksi breakout, segera hentikan penggunaan cream wajah yang memancing reaksi tersebut.
Klik Untuk Bagikan →

3 Rahasia Membuat Wanita Hamil Orgasme

Kehamilan memang dapat membatasi kemampuan bercinta seorang perempuan, sehingga seringkali banyak pasangan memilih mengurangi aktifitas bercinta di masa kehamilan.

Padahal sejatinya, saat hamil pun perempuan tetap membutuhkan untuk dapat menikmati seks. Bahkan sebenarnya, saat hamil merupakan saat paling tepat untuk memberikan orgasme terhebat bagi seorang perempuan.

Namun, karena kondisi fisiknya sedang "berbeda", aktifitas bercinta tidaklah boleh dilakukan secara sembarangan.

Ingin tau cara memberikan orgasme pada perempuan hamil ? ini 4 gaya bercinta yang bisa anda coba

Orgasme Saat Hamil

Orgasme Saat Hamil

Saat seorang perempuan tengah hamil, dia mengalami lonjakan hormon yang mampu membakar gairahnya secara tiba-tiba.

Untuk mengimbangi lonjakan tersebut dan menyegerakan mengantarnya menuju orgasme, anda bisa mencoba posisi berikut ini,

Doggy Style

Anda bisa mencoba bermain dengan posisi sensual satu ini.

Gunakan bantal atau alas lembut untuk menyangga lutut nya, lakukan dengan perlahan dan konsisten sampai dia meraih puncak kenikmatannya.

Bedside Service

Anda bisa menumpuk beberapa bantal untuk menempatkannya bersandar sembari duduk di sofa atau ujung ranjang.

Dengan posisi berlutut atau setengah berdiri, bukalah kakinya selebar mungkin dan lakukan penetrasi yang dalam

The Mama Bear Moan

Ini adalah posisi Women on Top namun pasangan anda membelakangi anda, dengan kedua kakinya diluruskan di atas kaki anda.

Posisi Ini memberikan tusukan dan jepitan yang sempurna yang akan membuat dia mencapai orgasmenya secara maksimal
Klik Untuk Bagikan →

Mudahnya Mencegah & Mengatasi Rambut Rontok Seperti Ini

Memang dapat dikatakan sulit untuk mencegah rambut rontok yang dipicu karena masalah genetik, namun pada faktanya, tidak semua masalah kerontokan rambut disebabkan oleh hal tersebut.

Artinya, kerontokan rambut yang dipicu oleh faktor-faktor penyebab yang berada dalam kendali kita, sangat mungkin dicegah dan di atasi.

Oleh karena itu, jangan menunggu dan membiarkan semuanya terlambat dan anda kehilangan sebagian besar helai rambut.

Daripada mengambil resiko demikian, tentunya akan lebih baik jika anda mencoba melakukan beberapa tips berikut untuk menghindari dan mencegah masalah rambut rontok yang anda alami.

Menghindari kerontokan pada rambut

Cara Mengatasi Rambut Rontok

Meskipun sudah umum diketahui, namun banyak orang yang justru mengabaikan efek buruk dari terlalu sering melakukan pemanasan pada rambut.

Panas yang terkena rambut dari alat catok atau hair dryer dapat melemahkan protein rambut, sehingga menyebabkan rambut menjadi lebih rapuh, mudah patah dan rontok.

Baca juga, Mudahnya Mengatasi Rambut Bercabang Secara Alami

Untuk menghindari resiko rambut rontok, ada baiknya anda meminimalkan penggunaan alat pengering rambut, pengeriting atau pelurus rambut yang menggunakan paparan panas.

Baca juga, Cara Paling Mudah Agar Rambut Lurus Secara Alami

Selain panas, bahan kimia juga bukanlah bahan yang bersahabat dengan rambut.

Produk perawatan atau pewarna rambut merupakan bahan kimia yang mengancam kesehatan rambut kita.

Bukan harus dihindari, namun tentunya lebih baik jika anda membatasi penggunaan bahan kimia pada rambut agar kesehatan rambut lebih terjaga.

Jika dirawat dengan baik, dan di hindarkan dari faktor-faktor yang menyebabkan rambut mudah rontok, rambut anda akan menjadi lebih sehat, kuat, tidak mudah patah dan rontok.
Klik Untuk Bagikan →

Anda Positif Hamil Jika Ada 9 Tanda Awal Kehamilan Ini

Seorang wanita, dikatakan hamil saat dia membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya, demikian dijelaskan di situs wikipedia.

Selain tumbuhnya embrio, kehamilan pada seorang wanita juga menyebabkan timbulnya kejadian umum yang dikenal sebagai tanda-tanda kehamilan.

Tanda-tanda kehamilan tersebut ada yang mengenalinya, namun tak jarang juga yang tidak menyadarinya, sehingga kehamilan baru diketahui setelah dilakukan tes kehamilan.

Padahal, sangat penting untuk mengenal atau mengetahui tanda-tanda kehamilan sejak dini.

Karena dengan mengetahui kehamilan sejak awal, maka tindakan untuk menjaga kesehatan kehamilan pun dapat diambil lebih cepat.

Bukan tidak mungkin, akibat kurang mengetahui tanda-tanda kehamilan, seorang wanita melakukan hal-hal yang bisa kemudian menyebabkan terjadinya keguguran atau miscarriage.

Untuk mencegah resiko tersebut, ada baiknya kita kenali 9 tanda-tanda kehamilan di bawah ini,

Tanda Tanda Awal Kehamilan

Tanda Tanda Kehamilan

  1. Terjadinya perubahan pada ukuran payudara

  2. Keluarnya flek dari vagina yang disertai kram perut

  3. Mual dan muntah

  4. Sering merasa ingin kencing

  5. Pusing dan sakit kepala

  6. Sering mengantuk dan mudah lelah

  7. Sembelit

  8. Produksi air liur yang berlebih, dan

  9. Naiknya suhu basal tubuh

Sebagian besar perempuan hanya menandai kehamilan dengan berhentinya menstruasi saja.

Memang benar jika saat hamil seorang perempuan tidak akan mengalami menstruasi. Namun, berhentinya menstruasi bukan hanya dapat disebabkan oleh kehamilan saja.

Pola makan, kelelahan fisik, dan gangguan hormonal juga bisa memicu terlambatnya proses menstruasi.
Klik Untuk Bagikan →

Darah Haid Banyak ? Waspadai Menorrhagia

Bisa disebabkan karena ketidakseimbangan hormon, maupun adanya kelainan pada bagian rahim, menorrhagia merupakan kelainan menstruasi yang berupa meningkatnya volume darah yang keluar, atau darah keluar secara berlebih, pada saat seorang wanita mengalami menstruasi.

Menorrhagia

Menorrhagia

Bukan hanya volume darah saja yang menandakan terjadinya menorrhagia.

Pada sebagian wanita yang mengalaminya, gangguan menorrhagia terlihat dengan keluarnya gumpalan darah berukuran besar.

Menorrhagia sangat mungkin memicu terjadinya anemia.

Sehingga, penderita menorrhagia sangat disarankan untuk memeriksakan diri, selain memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Namun harap diperhatikan, jika anda sedang melakukan program hamil saat mengalami gangguan menorrhagia, sebaiknya beritahukan kepada dokter yang menangani masalah gangguan menstruasi tersebut, agar pemilihan obat yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda.
Klik Untuk Bagikan →

Entri yang Diunggulkan

Sering Mengikat Penis Agar Ereksi Lebih Keras, Amankah ?

Salah satu cara instan untuk membuat "Mr P" ereksi dengan keras adalah dengan melakukan pengikatan di area pangkal penis. Pengi...

Baca Juga :

Memuat...